Kartu Kredit Digesek Dua Kali, Gubernur BI : Konsumen Berhak Menolak

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, memastikan masyarakat atau konsumen berhak menolak jika dalam kartu kredit atau kartu debit digesek dua kali saat transaksi.

“Oh iya, harus,si pemegang kartu harus melihat meyakini bahwa kalau sudah dilakukan swipe di EDC tidak boleh di-swipe (gesek) lagi di mesin kasir,” kata Agus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Bank Indonesia (BI) secara tegas melarang dilakukannya penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Larangan tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu.

Adapun, larangan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang penyelenggaraan pemrosesan transaksi pembayaran.

Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia merang penyelenggaraan jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. Tercakup di dalamnya adalah larangan pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

“Karena itu bisa terjadi profile dan data daripada pemegang kartu itu di-copydalam mesin kasir,” tambah dia.

Dia menegaskan, masyarakat berhak melaporkan kejadian penggesekan sebanyak dua kali pada transaksi. Jika merchant menolak, kata Agus, Bank Indonesia akan mengambil tindakan tegas.

“Laporkan sama Bank Indonesia biar kita ambil tindakan langsung ke acquire atau ke merchant-nya supaya bisa langsung diambil tindakan,” tukas dia.

(ang/ang)

Sumber : Detik Finance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: