Jurus Sakti Menghadapi Debt Collector

 SUKON, BANDUNG – Debt Collector alias penagih utang kerap menjadi momok yang meresahkan bagi para pemilik cicilan barang seperti kendaraan atau kartu kredit, tak terkecuali cicilan di bank. Alasannya, mereka tak segan melakukan penarikan paksa unit kendaraan atau jaminan yang tercantum di buku catatannya meski saat kita tengah melaju di jalan raya. Mirisnya, mereka juga tak segan melakukan tindak anarki bila pemilik jaminan bersikap arogan.

Lantas apa yang perlu dilakukan jika tengah berada di kondisi demikian? Hal yang bisa Anda jadikan pedoman adalah Undang undang tentang jaminan fidusia. Setiap debitur/nasabah harus mengetahui bahwa setiap barang cicilan yang dilengkapi dengan jaminan fidusia seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 disebutkan dapat ditarik pihak kreditur tanpa memakai jasa debt collector. Artinya, dengan adanya jaminan fidusia, kreditur tak akan semena-mena menggunakan debt collector.

 

Berikut ini ada beberapa jurus sakti dalam menghadap debt collector alias penagih utang saat cicilan kendaraan, mobil, perumahan, bank, BPR, koperasi, kartu kredit, atau cicilan utang Anda macet.

Berikut tips dalam menghadapi mereka:

1. Sapalah dengan santun dan minta mereka menunjukkan identitas dan surat tugas. Tanyakan kepada mereka, siapa yang menyuruh mereka datang dan minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini.

Jika mereka tak bisa memenuhi permintaan Anda dan Anda ragu pada mereka, persilakan mereka pergi. Katakan, Anda mau istirahat atau sibuk dengan pekerjaan lain. 

2. Jika para penagih utang bersikap santun, jelaskan bahwa Anda belum bisa membayar karena kondisi keuangan Anda belum memungkinkan. Sampaikan kepada penagih utang bahwa Anda akan menghubungi yang terkait langsung dengan perkara utang piutang Anda. Jangan berjanji apa-apa kepada para penagih utang. Ingatkan juga kepada mereka, bahwa kendaraan cicilan Anda misalnya, adalah milik Anda, sesuai dengan STNK dan BPKB.

3. Jika para penagih utang mulai berdebat meneror, persilakan mereka ke luar dari rumah Anda. Hubungi pengurus RT, RW, atau polisi. Sebab, ini pertanda buruk bagi para penagih utang yang mau merampas mobil, motor, atau barang lain yang sedang Anda cicil pembayarannya.

4. Jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan Anda. Katakan kepada mereka, tindakan merampas yang mereka lakukan adalah kejahatan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 juntoPasal 335.

Dalam KUHP jelas disebutkan, yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil jaminan, harus membawa surat penetapan eksekusi dari pengadilan negeri.

Saat ini, Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia sudah bisa menjamin Anda bebas dari debt collector nakal. Semua penarikan dan penyitaan harus sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang dikawal dengan pihak kepolisian, tidak dengan cara premanisme.

5. Jika para penagih utang merampas barang Anda, segera ke kantor polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi Anda. Tindakan para penagih utang ini bisa dijerat Pasal 368 dan Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 junto Pasal 335.

6. Jangan titipkan mobil atau barang jaminan lain kepada pihak lain sekalipun itu polisi. Pertahankan mobil atau barang jaminan tetap di tangan Anda sampai Anda melunasi atau ada keputusan eksekusi dari pengadilan.

Jika anda tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini sendiri maka berkonsultasi hukumlah kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI), atau Komnas Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha, atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: