Dihina Guru, Siswa BMinum Racun

Kupang – BB, guru yang dituduh menghina siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), angkat bicara. Dia membantah mengeluarkan kata-kata kotor seperti yang diceritakan siswanya, FK, hingga menyebabkan ia mencoba bunuh diri dengan minum racun rumput pada 31 Agustus 2017.

“Saya memang marah tetapi tidak keluarkan kata-kata kotor. Kata kata saya itu hanya nasehat dan pesan,” ujar BB kepada Liputan6.com, Sabtu, 9 September 2017.

Dia mengakui jika dirinya memang marah. Menurut dia, ucapan yang disampaikan kepada siswanya itu akibat anaknya dilecehkan secara seksual oleh Lori, kakak kandung korban.

“Saya pesan ke korban pulang sampaikan ke orangtuanya supaya ajar Lori, dia sudah lecehkan anak saya. Sebagai ibu saya marah, tetapi saya tidak keuarkan kata-kata sadis,” kata BB.

Setelah menitip pesan di ruang kelas, kata BB, dirinya memanggil korban dan meminta maaf. “Saya kaget sorenya, keluarga korban datang dan ngamuk di mess karena FK minum racun gara-gara saya,” ujar BB.

 

BB juga mengakui pernah memukul siswa sebanyak satu kali, bukan sering seperti yang dituduhkan. “Memang pernah pukul pakai ekor pari, tetapi itu sudah diselesaikan. Kenapa mereka ungkit lagi?” ucapnya.

Dia menyampaikan maaf kepada korban dan keluarga besar FK. Dia juga mengaku siap menerima sanksi dari pihak sekolah.

“Saya pasrah apapun sanksi dari sekolah saya siap terima. Anggap saja selama tujuh tahun saya mengajar sebagai tenaga honor bentuk pengabdian saya,” kata BB.

Sebelumnya, motif penghinaan guru terhadap seorang siswa sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Desa Todanara, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkuak.

Ayah kandung korban, Yosep Lango (61), mengaku anaknya yang berumur 16 tahun tersebut dihina lantaran sang guru tak terima kakak korban berpacaran dengan anak pelaku.

Pada 28 Agustus 2017, kakak dari FK ke mess guru tersebut dan bertemu dengan anak pelaku bernama Natalia Sola, yang juga merupakan teman kelas FK. Hal itulah yang disebut memancing kemarahan BB.

“Kenapa FK yang dihina, apalagi sampai keluarkan kata-kata sadis di depan kelas dan itu dilakukan berulang-ulang,” ucap Yosep di RSUD WZ Johannes, Kupang, beberapa hari lalu.

Menurut Yosep, racun yang ditelan anaknya tidak banyak karena sebagian disembur keluar. Proses pengobatan anaknya sudah menelan banyak biaya dan ditanggung sendiri. Dia meminta guru yang menghina anaknya turut bertanggung jawab.

“Saya minta dipecat karena tidak pantas jadi guru. Dia juga harus kembalikan seluruh biaya pengobatan anak saya,” Yosep menambahkan.

Kepala Sekolah SMPN 2 Satap Waiwaru, Bernadus Atawadan, mengatakan pihak sekolah akan menggelar rapat dengan Komite Sekolah guna menentukan nasib BB. “Intinya pihak sekolah tetap memberi sanksi, yang paling berat dipecat,” Bernadus menegaskan.

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: