5 Fakta Sejarah yang Ternyata Bohong

Ada yang bilang, demi kebaikan bersama, beberapa sejarah besar sengaja dibuat meski itu tidak benar adanya. Nyatanya, tak cuma satu atau dua sejarah besar yang berasal dari kebohongan, ada banyak bahkan. Sejarah erat kaitannya dengan masa lalu, yang akhirnya berimbas pada masa sekarang, terutama berkenaan dengan pola pikir para generasi penerus.

Pada era keterbukaan informasi yang sangat luas seperti saat ini, siapapun bisa membuat kebohongan seolah fakta. Dengan menambah sedikit bumbu ilmiah, maka sejarah baru akan tercipta. Sejarah pada masa lalu akan lebih mudah dibuat-buat, ini karena pada prosesnya tidak melibatkan pendekatan secara ilmiah. Dari sekian itu, berikut merupakan sejarah besar yang nyatanya cuma bohong.

1. Napoleon dan hidung Sphinx

 
 

Seperti yang sudah banyak diketahui, hidung singa berkepala manusia atau yang biasa disebut Sphinx sudah hilang berabad lalu. Napoleon yang merupakan raja sekaligus diktator yang mengklaim telah merusak hidung tersebut tahun 1798. Nyatanya, pada buku catatan Frederic Norden seorang petualang asal Swedia, hidung Sphinx sudah hilang sejak 1737.

2. Telinga Van Gogh

 
 

Cerita seorang pemuja cinta yang memberi bagian tubuh pada kekasih dianggap hal jamak pada masa lalu, dan ada anggapan kalau pelukis Van Gogh juga melakukannya. Faktanya, telinga Van Gogh hilang saat berkelahi dengan temannya karena sabetan pisau. Mendapati daun telinga sobek parah, Van Gogh memutuskan untuk memotong daun telinganya.

3. Helm Viking

 
 

Satu ciri khas seorang Viking selain janggut panjangnya yaitu helm yang diberi ornamen tanduk. Banyak yang bilang kalau helm ini dipakai sebagai pelindung kepala saat pertempuran. Yang benar adalah, helm Viking sebenarnya difungsikan untuk ritual tertentu jauh sejak zaman batu, bukan untuk perlengkapan tempur.

4. Situs Stonehenge

 
 

Satu diantara misteri besar di dunia hingga saat ini yaitu batu Stonehenge. Masih ada banyak pertanyaan tentang situs Stonehenge yang belum terjawab. Satu fakta menarik dari tampilan Stonehenge saat ini yaitu bukan bentuk aslinya. Monumen Stonehenge saat ini merupakan buah restorasi yang dilakukan William Gowland pada tahun 1901.

5. Penemu Amerika

 
 

Buku sejarah selalu mengatakan bahwa penemu benua Amerika tak lain adalah Christopher Colombus pada tahun 1492. Faktanya, jauh sebelum Colombus berlayar, bangsa Viking sudah lebih dulu berkeliling di lautan dan menemukan Amerika pada akhir abad 10. Di momen inilah kali pertama percampuran genetik terjadi.

Memang, sejarah masa lalu kadang bisa mengecoh generasi sekarang untuk percaya. Bisa jadi, sejarah diciptakan untuk keperluan tertentu, juga demi kepentingan tertentu. Belajar sejarah memang penting, tapi lebih penting lagi untuk mengetahui kebenaran dibalik sejarah tersebut.

Sejarah apa lagi yang Mama tahu bahwa itu tidak benar?

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: