Gunung Agung Meletus, Jangan Percaya Itu Hoax!

JAKARTA – Isu dan kabar Gunung Agung Meletus sempat tersiar di masyarakat. Hal itu ditandai dengan aktivitas vulkanik yang meninggi dan kepulan asap putih.

Sampai dengan Minggu (24/9) kemarin, tercatat aktivitas vulkanik dan kegempaan Gunung Agung di Bali masih tetap tinggi.

Bahkan, asap kawah putih sedang pun nampak hingga ketinggian lebih kurang 200 meter.

Selain itu, pergerakan mgma di dapur magma yang mendesak batuan pun terus berlangsung.

Meski begitu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menegaskan bahwa Gunung Agung belum meletus.

“Hingga saat ini Gunung Agung belum meletus,” jelas Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu (24/9) malam.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tak mudah menanggapi isu atau kabar yang beredar di media sosial.

Meskipun kabar tersebut disertai dengan foto, video dan pemberitahuan atau informasi yang tak benar atau menyesatkan.

Salah satu informasi sesat yang tersebar adalah vdideo letusan Gunung Sinabung tahun 2015 lalu yang disebarkan di media berbagi video youtube.

Sayangnya, ada yang sengaja mengunggah hal itu dengan diberi judul ‘Gunung Agung meletus dahsyat beberapa saat lalu’.

Selain itu, ada juga foto Gunung Soputan di Sulawesi Utara yang meletus pada 7 Maret 2015 lalu.

Di media sosial disebarkan sebagai letusan Gunung Agung yang sedang berlangsung.

Bahkan, ada juga informasi Gunung Agung meletus sehingga menimbulkan dampak mengerikan di wilayah Jawa Timur.

“Itu semua tidak benar. Semua Hoax. Mohon jangan ikut-ikutan menyebarluaskan ke media sosial atau group Whatsapp sehingga menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tak sembarangan menyebar isu dan kabar menyesatkan.

Terlebih, saat ini, ribuan warga sekitar Gunung Agung tengah menderita dan harus mengungsi.

Seyogyanya, masyarakat Indonesia saling membantu dan saling menolong, bukan malah ikut menyebarkan berita hoax.

“Rasa gotong royong, toleransi dan nilai-nilai budaya Indonesia kita berikan kepada saudara-saudara kita yang sedang mengungsi dari potensi meletusnya Gunung Agung. Jangan justru menyebarkan informasi yang menyesatkan,” tandasnya.

(ruh/pojoksatu)

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: