Sungguh Keterlaluan! Penyebar Hoax Bentrok FBR-Ambon Harus Dikasih Pelajaran Keras

Tiada hari tanpa orang sumbu pendek yang menyebarkan hoax, begitulah kata sebagian orang. Dan saya tidak bisa membantahnya. Memang akhir-akhir ini banyak sekali hoax yang bertebaran terutama yang berkaitan dengan ujaran kebencian dan SARA. Tujuannya jelas, ingin menimbulkan keresahan masyarakat serta memecah belah bangsa. Sungguh gila orang yang melakukan ini.

Baru-baru ini ada sebuah pesan berantai lewat broadcast yang isinya terjadi bentrokan di Cawang antara dua kelompok yang setelah ditelusuri ternyata adalah kabar bohong alias hoax. Ada dua pesan yang beredar seperti dilansir detik.com. Berikut adalah pesan isi pesan tersebut.

Kepada teman2 semua..hindari.jalan raya bogor arah.cililitan..bentrokan mulai melebar ke arah ..uki cawang dan kramat jati.. Hati2 yaa yg mau lewat arah Cililitan – Dewi Sartika lg ada tawuran antar warga (infonya warga ambon vs warga pribumi budi asih)
Jangan lewat dewi sartika dulu ,, di karenakan korban sudah ada ,, dan tawuran akan berlanjut sampai malam..

Kepada teman2s.hindari.jalan raya bogor arah.cililitan..bentrokan mulai melebar ke arah ..uki cawang dan kramat jati… Info yang melintasi jln celilitan hati hati ” ada perang antara FBR sama AMBON.

Bersamaan dengan pesan tersebut, disertai juga dengan foto seorang pria yang terluka di bagian tangan. Polres Jakarta Timur memastikan pesan tersebut adalah hoax, karena sudah melakukan pengecekan langsung ke wilayah tersebut.
Situasi di sana kondusif, dan mereka sudah melakukan panggilan kepada kelompok terkait dan semuanya baik-baik saja. Jadi kesimpulannya, ada orang yang sengaja menyebarkan kabar bohong tersebut, entah apa tujuannya. Kalau hanya sekadar iseng, ini sangat aneh.

Atas perbuatan yang sudah keterlaluan ini, pihak kepolisian akan mencari dalang penyebar hoax tersebut. Memang sudah seharus ditindak tegas karena memicu keresahan masyarakat. Untung saja tidak terjadi apa-apa. Bagaimana kalau ada sebagian masyarakat yang salah persepsi dan keburu emosi? Bisa-bisa terjadi bentrok beneran. Siapa pun yang menyebar hoax ini, harus dikasih pelajaran keras, bila perlu dibikin kapok saja.

Pesan tidak bertanggungjawab seperti di atas dapat memicu kebencian antar kelompok. Cukup satu orang tertipu lalu terprovokasi, maka selesailah sudah. Sungguh edan orang yang tega melakukan ini. Di saat negara ini sedang digoyang berbagai isu karena muatan politis, ternyata ada yang bikin panas suasana dengan teror pesan hoax yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Seperti yang sudah diprediksi, terbongkarnya sindikat Saracen adalah langkah awal yang sangat bagus, tapi masih belum cukup karena masih ada Saracen-Saracen lainnya yang berkeliaran dan mangkal di dunia maya, jumlahnya banyak. Pesan hoax ini adalah salah satu buktinya. Bisa jadi ini ulah individu atau pihak tertentu. Nanti kita lihat apa hasil penelusuran pihak kepolisian.

Sepertinya ada yang masih belum kapok meski sudah ada beberapa orang terciduk karena ujaran kebencian dan hoax. Berarti ini adalah tantangan agar pelaku diberikan pelajaran yang lebih keras. Orang-orang seperti ini tidak boleh dibiarkan berkembang biak karena hanya akan jadi sampah atau parasit yang merugikan negara.

Hoax adalah masalah serius apalagi kalau sudah terkait ujaran kebencian dan hoax. Ini sangat berbahaya dan jauh lebih nyata ketimbang isu PKI yang bagaikan ilusi yang sedang dibangkitkan kelompok sebelah. Hoax ini jauh lebih nyata, lebih berbahaya, dapat membuat negara hancur lebur. Jadi siapa pun yang menyebarkan hoax saatnya ditertibkan dan disingkirkan. Benar-benar sinting. Sama sintingnya dengan pelaku penembakan di Las Vegas baru-baru ini.

Ketimbang bikin aksi tak jelas seperti 299 yang sudah-sudah, jauh lebih baik bikin aksi tolak hoax, lebih nyata dan berbahaya. Keutuhan dan persatuan bangsa menjadi taruhannya. Tapi sepertinya susah terwujud, apalagi kalau dihitung dari sisi politis yang tidak menguntungkan, hahaha. Sungguh lucu.

Kesimpulannya, semoga pelaku cepat ditangkap. Kalau tidak ditangani dengan serius, akan ada banyak orang lainnya yang melakukan hal yang sama. Jangan sampai timbul imej kalau sebar hoax adalah hal lumrah. Sungguh berbahaya kalau itu sampai terjadi apalagi tidak semua masyarakat bisa berpikir kritis dalam menilai mana berita hoax mana yang bukan.

Bagaimana menurut Anda?

Baca Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: