Hati hati! Di Kota Batam Masih Banyak Barang Yang belum Memiliki Label SNI

BATAM, SUKON. – Tanda atau simbol dan atau pun kabel SNI berfungsi sebagai standarisasi bahwa produk-produk dimaksud memiliki keunggulan (Value Adds).

Standar Nasional Indonesia merupakan acuan tunggal yang saat ini diberlakukan di Indonesia yang diformulasi oleh Komite Teknis Perumusan standar-parameter SNI yang telah ditetapkan berdasarkan Badan Standarisasi Nasional (BSN). Jujur dikatakan bahwa penerapan SNI pada prinsipnya bersifat sukarela, akan tetapi ada hampir 105 item (jenis) yang sudah diwajibkan memiliki label SNI. Dan satu diantara ialah ‘Mainan Anak-Anak’ sesuai menurut tabel poin numeral ke-63.

Sehubungan diatas diperkuat dengan rujukan UU No.67/M/DAG/11/2013 tentang Kewajiban Mencantumkan Label dalam Bahasa Indonesia yang mewajibkan semua produk yang akan dan sedang dipasarkan dalam peredarannya di Indonesia.

Mungkin merupakan rahasia umum jika masih banyak barang-barang yang beredar dan digunakan oleh masyarakat di Batam yang belum memiliki label standarisasi SNI. Menyikapi permasalahan tersebut, Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Batam sebagai salah satu lembaga yang melindungi kepentingan konsumen, memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah peredaran barang yang ilegal tersebut. Sebagai mitra pemerintah dalam melindungi konsumen, LPKNI Batam selalu berusaha melakukan langkah – langkah preventif agar pengguna (masyarakat) terhindar dari dampak buruk  akibat menggunakan barang barang yang tidak memiliki sertifikasi SNI tersebut.  

Konstributor kami menemukan banyak produk-produk mainan anak yang dikelola oleh tempat ‘Permainan Anak-Anak’ di seputaran kompleks pertokoan Lytect sama sekali tidak memiliki label SNI. Produk mainan ini juga tidak menggunakan label berbahasa Indonesia serta hanya menggunakan bahasa yang menyatakan dari mana produk itu diimport (didatangkan). Sehubungan dengan ini tentunya diharapkan pemerintah dapat melakukan tindakan – tindakan preventifisasi bagi semua produk yang didatangkan ke Kota Batam atau di Kepulauan Riau. (AYZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: