Gerbang tol tak terima pembayaran tunai, ini langkah Jasa Marga untuk pegawainya

Konpers Jasa Marga. ©2017 Merdeka.com/anggun


Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk, menegaskan tidak ada rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan yang terdampak oleh pelaksanaan sistem transaksi non tunai di jalan tol seluruh Indonesia. Karyawan yang terdampak oleh penerapan transaksi non tunai di jalan tol nantinya akan dialihkan ke induk perusahaan dan anak perusahaan lainnya.

“Bahwa di Jasa Marga tidak ada PHK, jadi karyawan-karyawan itu yang saat ini bertugas dan kena dampak cashless, selanjutnya akan disalurkan ke induk perusahaan dan anak perusahaan,” ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Jasa Marga, Kushartanto, di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Jumat (13/10).

Kushartanto mengatakan, selain menempatkan karyawan di sejumlah induk dan anak usaha perusahaan, Jasa Marga juga masih membutuhkan keberadaan karyawan untuk melayani masyarakat di sejumlah ruas jalan tol baru. Di mana, ada 6 ruas jalan tol baru akan dibuka oleh Jasa Marga tahun ini.

“1.300 kan itu semuanya (pegawai), ya akan menutupi kebutuhan tol-tol baru kan. Ada 6 ruas baru di tahun 2017 ini buka. Diantaranya contoh Semarang-Solo,Surabaya-Mojokerto, Medan-Kualanamu, Ngawi-Kertosono,” jelasnya. 

Sementara itu, untuk karyawan yang memang ingin pensiun dini, pihak perseroan akan mengikutsertakan karyawan tersebut dalam program A-Life. Program A-Live adalah suatu program pelatihan bagi karyawan yang ingin mengembangkan potensi bisnis yang dimiliki. 

“Jadi ada program A-Life, yang tidak ingin ke induk atau ke cabang atau posisi-posisi yang ada berarti pindah ke jalan tol atau anak usaha lain. Ya kalau tidak mau ini semua berarti anda kan wiraswasta. Kalau mau wiraswasta ya silahkan kita ada paket A-Lifenya,” jelas Kushartanto. 

Karyawan yang nantinya mengikuti program A-Life nantinya akan dibimbing hingga dapat menjalankan bisnis nya secara mandiri. Sementara itu, untuk karyawan yang telah memiliki basis bisnis akan dilepas oleh perusahaan. 

“Ada dua ya, kalau sudah mandiri punya toko retail berarti anda merdeka ajalah sudah. Tapi kalau ingin menjadi pelaku bisnis di Jasa Marga rest area, ada kios kios kecil yang bisa dipersembahkan untuk UMKM. Itu kita welcome sekali melakukan pembinaan,” jelasnya. 

Kushartanto menambahkan, pembinaan karyawan ini nantinya akan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. “Kami sudah ke Kemenaker menggandeng bagaimana Kemenaker ikut memberikan pembekalan. Kami sinergi jadi ngawal bersama,” tandasnya.

[bim]

Sumber : Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: