Bupati Lebak “Mengamuk” Kepala Desa dan Camat Jadi Sasaran, Lihat Videonya

 
Bupati Lebak mengamuk saat melihat taman yang disulap jadi bangunan. ISTIMEWA


LEBAK – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, tiba-tiba mengamuk dan memarahi Kepala Desa Bojong Menteng, Yamin, dan Camat Leuwidamar, Endi Suhendi.

Bupati ini mengamuk karena aparat desa dan kecamatan tersebut dinilai tidak becus mengawasi wilayahnya sehingga sebuah taman di Kampung Ciboleger dirusak dan disulap jadi bangunan warga.

Kemarahan Iti menyebar luas melalui sebuah video dan menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu terlihat Iti naik pitam dan tak henti-hentinya mengamuk di sela acara penyambutan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

“Mana Kades, mana Camat, Mana Satpol PP (Kadis Satpol PP) ke sini semua. Pokoknya saya tidak mau tahu besok (Jumat-red) bangunan ini harus sudah tidak ada,” kata Bupati, kepada tukang bangunan bernama Suyatna dalam video yang diketahui diambil pada Kamis (12/10) lalu.

Taman tersebut dibangun Pemkab Lebak untuk mempercantik dan memperindah akses jalan menuju kawasan Suku Baduy. Alih-alih dirawat, ruang hijau dibongkar untuk perluasan bangunan rumah dan kios milik Agus, warga setempat.

Saat Kepala Desa dan Camat tiba, Iti pun kembali meledak. “Bagaimana ini bisa dibangun! Sampai dicor begini,” kata Iti dengan nada tinggi.

Selain memarahi Kades dan Camat, Bupati memanggil tukang bangunan dan memerintahkan pemilik bangunan segera membongkar bangunan miliknya. Jika tidak, dia bakal mempolisikan sang pemilik. “Masa saya yang harus mantau di semua daerah! Ada banyak desa di Lebak, kepala desa yang harus tanggungjawab mantau,” tegasnya lagi.

Iti mengaku kecewa dengan Kepala Desa dan Camat karena telah membiarkan warga melakukan pengrusakan taman. Padahal tama dibangun dengan susah payah menggunakan uang rakyat.

“Jika Kades model begini sebaiknya diturunkan dari jabatannya. Saya yang melantik, dan saya akan mencopotnya jika memang tidak bisa mengurusin begini, taman dibangun untuk kemajuan warga bukan untuk saya,” katanya.

Dirinya marah-marah karena melihat fasilitas umum yang dibangun dengan pajak dari masyarakat, dibongkar untuk kepentingan segelintir orang. Padahal taman tersebut bertujuan untuk mendorong perkembangan dan mempercantik akses ke masyarakat Baduy.

“Gampang menjaga dan memelihara, ya bersihkan rumput-rumputnya. Ini malahan dirusak, ini dibangun untuk kemajuan masyarakat Baduy, sekarang sudah bagus boro-boro ikut memelihara yang ada dibongkar ya saya ngamuk-ngamuk,” tegasnya.[]

 
BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: