Ciamis – Misteri terbunuhnya seorang Guru Matematika di SMP Negeri 1 Pamarican Kabupatena Uun Ruhimat (60) yang tewas dari  akibat luka bacok di kepala bagian belakang akhirnya terungkap. Hal ini setelah polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan tersebut.

Penangkapan dilakukan oleh Polres  Ciamis dengan dibantu Tim Reskrim Polda Jabar dan Polda Lampung. Kedua tersangka yang ditangkap yaitu Sage (52) warga Cilacap  di Lampung, Rabu (11/10/2017). Serta diwaktu yang sama menangkap Sudarni, Istri korban di Pamarican.

Menurut Wakapolres Ciamis, Kompol Imam Rachman, SIK, aksi pembunuhan  tersebut dipicu oleh perselingkuhan antara  istri korban dan Pelaku. Keduanya kemudian merencanakan pembunuhan agar aksi perselingkuhannya berjalan mulus.

“Bahkan pelaku sempat menginap di rumah korban sehari sebelum kejadian, saat itu korban sedang tidak di rumah,” ungkap Wakapolres.

Pertemuan antara Sudarni dan Sage bermula dari Facebook, keduanya merupakan kekasih saat masih remaja. Melalui akun jejaring sosial itulah cinta mereka bersemi kembali.

Hasrat kedua manusia yang sedang di mabuk asmara itu akhirnya berujung pertemuan. Sage yang sudah memiliki keluarga di Lampung berkunjung ke rumah Sudarni di Pamarican Ciamis, dan langsung menginap di rumah Sudarni saat suaminya sedang tidak ada dirumah.

Keesokan harinya mereka berdua membuat skenario untuk membunuh korban. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Sage berpura pura merampok dan berhasil memukul korban dengan benda tajam. Namun karena korban saat itu masih kuat dan melawan, istri korban membantunya dengan memberikan golok kepada Sage. Akhirnya korban terkapar setelah kepalanya terkena bacokan.

“Agar terkesan seperti perampokan, istri korban kemudian menghambur hamburkan uang. Pelaku pun sempat mencuci tangannya dan makan dulu sebelum melarikan diri” ungkap Wakapolres.

Dikatakan Wakapolres, terungkapnya aksi pembunuhan ini berawal dari chat atau pesan antara keduanya. Kemudian pihaknya memperdalam penyelidikan hingga akhirnya pelaku bisa ditangkap.

Akibat kelakuannya, Kedua sejoli tersebut terancam hukuman maksimal seumur hidup sesuai pasal 340 KUHP dengan sangkaan melakukan pembunuhan berencana.

Wartawan: Pepi Irawan

Editor: Brilliant Awal

Sumber : Galamedianews.com