Ditinggalkan PPP dan PAN di Pilgub Jabar, Begini Respons Demokrat

https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 27 525 1803362 ditinggalkan-ppp-dan-pan-di-pilgub-jabar-begini-respons-demokrat-Xhbwp2mf5I.jpg

BANDUNG ā€“ Poros Baru yang dibentuk untuk menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018 secara perlahan mulai ditinggalkan para anggotanya. Semula, Poros Baru beranggotakan Partai Demokrat, PPP, PAN, dan Gerindra.

Namun, secara perlahan dua partai mundur secara otomatis. PPP memilih mengusung Ridwan Kamil, sedangkan PAN belakangan mengusung Deddy Mizwar. Lalu, bagaimana sikap Demokrat menyikapi hal itu?

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulandjana memberi sedikit komentar. Ia memilih melihat perkembangan ke depan.

“Kita lihat saja nanti,” ucap Iwan, Kamis (26/10/2017).

 

(Baca Juga: Resmi! DPW PAN Berikan Tiket Pilgub Jabar 2018 ke Deddy Mizwar)

Menurutnya, semua partai masih mencari-cari koalisi yang pas untuk sama-sama maju di pilgub dengan kandidat masing-masing. Hal serupa juga terjadi di dalam Poros Baru.

Ia bahkan menyebut kemungkinan muncul empat pasangan di Pilgub Jawa Barat jika melihat konstelasi politik saat ini.

“Kalau saya prediksi empat pasangan. Kira-kira nanti PDIP maju sendiri, Golkar maju sendiri, NasDem dan Ridwan Kamil (besama koalisinya) maju sendiri, Demokrat dan Gerindra maju sendiri. Kira-kira seperti itu,” jelas Iwan.

(Baca Juga: Resmi! PPP Usung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018)

Sementara jika dilihat dari jumlah raihan kursi di DPRD Jawa Barat, Demokrat dan Gerindra sendiri cukup banyak. Demokrat memiliki 12 kursi, sedangkan Gerindra 11 kursi. Artinya, total keduanya memiliki 23 kursi. Dengan begitu, syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan sudah dimiliki Demokrat dan Gerindra.

Demokrat memiliki tiga kandidat cagub yang diusulkan ke Poros Baru, yaitu Dede Yusuf, Herman Khaeron, dan Iwan Sulandjana sendiri. Sementara Gerindra mengajukan nama Mulyadi dan Burhanudin Abdullah.

“Kita (Demokrat) punya tiga nama, belum dikerucutkan, belum dibahas di koalisi. Kalau bisa, pertemuan (selanjutnya) kita bahas itu. Kalau memang tinggal (Demokrat) dengan Gerindra maju kan cukup kalau memang harus terjadi,” jelasnya.

Disinggung kemungkinan Gerindra dan Demokrat akhirnya pecah, ia tidak mau berspekulasi lebih jauh. Ia berharap Poros Baru tetap solid.

“Kami tidak mau berandai-andai, tidak mau,” tandas Iwan.

(erh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: