Aduh, PKL Ngotot Garis Disabilitas Jadi Pembatas Jualan

Jakarta – Seperti tidak ada habisnya, pedagang kaki lima (PKL) mengganggu kenyamanan para pejalan kaki dengan mengokupasi trotoar. Bahkan, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, garis disabilitas berwarna kuning di trotoar diakui mereka sebagai pembatas untuk menaruh dagangannya.

Saat dihampiri JawaPos.com, beberapa PKL dengan percaya diri tetap menyuarakan barang dagangannya kepada para pejalan kaki. Ketika ditanya mengenai garis kuning, mereka pun beranggapan dengan yakin bahwa itu bukan dibuat untuk masyarakat penyandang disabilitas.

“Kita mah jadiin buat batas jualan nih yang bagian kuning,” kata salah satu penjual kaos kaki di depan Stasiun Tanah Abang.

Padahal, sempat dijelaskan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta, garis berupa ubin berwarna kuning itu biasa disebut guiding block atau jalan pemandu yang merupakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisaktu Nirwono Yoga mengungkap perlunya pengadaan sosialisasi kepada para pedagang agar mereka memahami fungsi trotoar dan penertiban.

“Satpol PP, kelurahan, dan asosiasi PKL bersama-sama melakukan sosialisasi untuk membahas pendistribusian PKL tersebut, dan menertibkan PKL secara rutin, terus menerus sehingga tidak membuka celah PKL kembali ke trotoar,” jelasnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/10).

Petang tadi, jumlah pedagang yang ada di trotoar tidak begitu banyak seperti siang kemarin. Menurut informasi, pada Kamis (25/10) ada penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lokasi.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta Hidayatullah. Petugas yang menertibkan PKL sekaligus mendata jumlah mereka untuk kemudian dilaporkan dan dikaji bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Saya disuruh mendata aja. Dikaji bagaimana dikasih masukan sama dia (Sandi). Dikasih waktu seminggu. Baru koordinasi-koordinasi. Insya Allah minggu ini sudah adalah hasil pengkajiannya,” terang Hidayat, Kamis (25/10).

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: