Gara-gara Pengacara, PNS Cewek ini Malah Kehilangan Harta dan Kendaraan Dinas Pelat Merah

BLITAR – Rheny (44), pegawai negeri sipil (PNS) asal Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, , menjadi korban pemerasan.

Sepeda motor dinas pelat merah miliknya dibawa paksa oleh kenalannya.

Peristiwa pemerasan itu bermula saat Rheny meminta bantuan ke kenalannya, L, untuk dicarikan .

Rheny sedang ada perkara dugaan pemalsuan. Lalu, L mengenalkan Rheny dengan seorang asal Malang.

Selanjutnya, Rheny membuat suara kuasa penanganan perkara dengan itu. Biaya penanganan perkara itu Rp 20 juta.

Rheny sudah membayar biaya penanganan perkaranya ke sebesar Rp 5 juta.

Di tengah perjalanan, Rheny, mengurungkan niatnya untuk penanganan perkara pemalsuan itu. Dia menghubungi si untuk mencabut surat kuasa.

Tetapi, meminta Rheny untuk melunasi kekurangan biaya penanganan perkara sebesar Rp 15 juta.

Rheny tidak mau membayar kekurangan biaya penanganan perkara, karena dia ingin membatalkannya.

Karena tidak mau melunasi, L, kenalan Rheny mendatangi rumahnya pada Jumat (27/10) malam. L datang ke rumah Rheny tidak sendiri.

L mengajak empat orang mendatangi rumah Rheny. Maksud kedatangan L untuk meminta kekurangan biaya penanganan perkara ke Rheny.

Saat L datang ke rumahanya, Rheny sedang pergi berobat ke doketer. Di rumah hanya ada anak Rheny, Indah Aswatul.

Karena tidak ketemu Rheny, L lalu mengancam anak Rheny. L memaksa membawa dinas milik Rheny. Anak Rheny awalnya menolak dinas ibunya dibawa L.

Tetapi, setelah diancam L akan dilaporkan polisi, anak Rheny membiarkan L membawa dinas ibunya.

Merasa menjadi korban pemerasan, Rheny melaporkan kasus itu ke polisi.

“Korban melapor ke kami, Sabtu (28/10) lalu. Kami masih menangani kasusnya. Pelapor dan terlapor saling kenal, akan kami mediasi dulu,” kata Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Sony S, Minggu (29/10/2017). (Surya/Samsul Hadi)

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: