BI: Kredit Bank Memang Naik tapi Belum Oke

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo – (Foto: inilahcom/M Fadil Djailani)
 

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kredit perbankan per September 2017 sebesar Rp4.569,9 triliun. Tumbuh 9,4% (yoy), lebih tinggi ketimbang Agustus sebesar 8,4%.

Meski begitu, pertumbuhan kredit per September masih tergolong lesu. Lantaran belum double digit. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo bilang, kurang bergairahnya pertumbuhan kredit, karena perbankan masih melakukan konsolidasi. Masih menunggu perkembangan ekonomi.

“Kami melihat, pertumbuhan kredit 2017, berada di kisaran 8%-10%. Kalau 2018, kami melihat ada perbaikan di kisaran 10%-12%. Tantangan tahun ini adalah meyakinkan korporasi dan perbankan agar segera menyelesaikan konsolidasinya,” papar Agus saat konferensi pers Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Agus mengatakan, pertumbuhan kredit yang di bawah 2 digit, merupakan tantangan. Diduga lemahnya demand adalah pemantiknya. Selain juga soal suplai dalam arti bank masih dalam masa konsolidasi.

“Karena ada NPL (Non Performing Loan) yang pernah meningkat, maka mereka hati-hati. Kini, harga komoditas sudah membaik, tapi karena akhir kuartal II pernah ada koreksi. Masih akan menunggu, apakah perbaikan komoditas ini bisa lebih permanen,” kata Agus.

Sementara, likuiditas perekonomian atau jumlah uang beredar dalam arti luas (M2), meningkat pada September 2017. Posisi M2 tercatat Rp5.252,8 triliun, atau tumbuh 10,9% (yoy). Lebih tinggi ketimbang Agustus 2017 yang tumbuh 10% (yoy).

Berdasarkan komponennya, lanjut Agus, pertumbuhan M2 tersebut terutama bersumber dari pertumbuhan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1). Di mana, pertumbuhannya meningkat dari 12,3% (Agustus/yoy) menjadi 15,8% (September/yoy).

“Likuiditas kami lihat cukup longgar. Dan penerimaan negara terkait dengan pajak dan non pajak juga baik. Kami melihat di akhir 2017 masalah likuiditas akan terjaga,” kata mantan menteri keuangan era SBY yang pernah diperiksa KPK terkait korupsi E-KTP. [ipe]

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: