PKS Ngotot Usung Demiz-Syaikhu, Poros Baru Beri Sinyal Penolakan

 

 

PKS Ngotot Usung Demiz-Syaikhu, Poros Baru Beri Sinyal Penolakan
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Foto/Dok/SINDOnews
BANDUNG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana membuka komunikasi dengan partai-partai anggota Poros Baru di Pilgub Jawa Barat 2018 yang dimotori Demokrat, PAN, dan Gerindra. Namun, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengaku, sampai saat ini belum ada komunikasi yang dilakukan PKS.

“Sama sekali belum ada komunikasi dari PKS,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, Rabu (2/11/2017). Mulyadi menyatakan, pada prinsipnya Poros Baru akan membuka pintu bagi PKS jika ingin merapat, namun PKS tidak memaksakan kehendak.

Seperti diketahui, PKS masih berkeyakinan akan mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu) di pilgub. Jika PKS ingin merapat ke Poros Baru, diminta tidak memaksakan untuk mengusung Demiz-Syaikhu. 

“Kalau dari sisi PKS masih menganggap bahwa kandidat yang akan diusung di pilgub adalah pasangan Demiz-Syaikhu, kita melihatnya menghormati dan mempersilakan saja harapan mereka. Tapi, buat Poros Baru, itu mengunci, terutama mengunci kandidat, dan itu kita tidak bisa terima,” tegas Mulyadi.

Jika PKS ingin bergabung, lanjut Mulyadi, maka harus menyadari posisinya di Poros Baru. Status PKS akan sama dengan partai lain anggota Poros Baru. Meski begitu, PKS dipersilakan jika ingin mengusulkan Syaikhu menjadi kandidat di Poros Baru. 

“Tapi, yang perlu ditegaskan, itu hanya sebatas usulan, bukan pemaksaan. Sebab, keputusan akhir akan dibahas bersama-sama anggota koalisi,” tandas Mulyadi.

(wib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: