Karyawan BRI Tipu Nasabah Hingga Miliaran Rupiah

RUGI BESAR: Korban penipaun, Ali Achwan (kanan) bersama pengacara Sugiyarto menunjukkan bukti transferan angsuran kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 
Blora – Total kerugian para korban nasabah BRI Cabang Blora Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga kemarin mencapai miliaran rupiah. Diperkirakan nilai tersebut akan terus bertambah. Mengingat satu persatu korban mulai berani muncul ke permukaan.

Sebelumnya, diketahui Supriyanto, karyawan BRI Cabang Blora melakukan penipuan terhadap sejumlah nasabah program KUR. Para korban dimintai mengangsur ke rekening pribadi Supriyanto. Sebab, dia mengaku rekening kanto BRI sedang terblokir. Ternyata, semua angsuran korban tak pernah masuk ke BRI Cabang Blora.

Ali Achwan, 41, salah satu nasabah yang kali pertama menyuarakan kekecewaannya terhadap BRI Cabang Blora mengaku, hingga kemarin masih menyayangkan sikap dari BRI. Sebab, dia tetap diminta untuk mengangsur agunan Rp 299 juta dari Rp 350 juta pinjaman program KUR. Padahal dia sudah membayar Rp 257 juta.

Ali mengaku kecewa dengan BRI Cabang Blora. Sebab, selama bertahun-tahun dia tidak pernah diberikan surat teguran sama sekali tunggakan angsuran pelunasan KUR. Apalagi didatangi ke rumahnya. Selain itu, dia juga rajin mengangsur meski usahanya sempat kolaps.

”Bagaimana bisa, selama bertahun-tahun tidak pernah ada temuan dari internal BRI Cabang Blora dan surat peringatan kepada saya. Tiba-tiba setelah ada audit dari wilayah, baru bilang kalau uang ratusan juta yang sudah saya setorkan tidak pernah masuk BRI. Ini kan konyol. Di mana tanggung jawab BRI kepada nasabah,” ujarnya.

Dia juga menyayangkan sikap BRI Cabang Blora yang saling lempar tangung jawab. Apalagi apa yang disampaikan kepadanya tidak sama dengan yang disampaikan BRI wilayah. ”Ini kan lucu. Apalagi semuanya melalui sistem. Intinya saya kecewa dengan BRI Blora. Untuk itu, saya menggandeng kuasa hukum Pak Sugiyarto untuk membantu saya menyelesaikan masalah ini. Supaya terbuka semua, siapa-siapa yang bermain di balik semua ini,” tegasnya.

Sementara itu, setelah muncul korban baru, Damsun yang kerugiannya mencapai Rp 500 juta, kini satu korban lagi muncul. Yaitu Supri dari Kecamatan Japah. Meski sudah mengangsur KUR sampai lunas, dia tetap diminta BRI untuk membayar angsuran Rp 200 juta beserta bunga yang mencapai Rp 94 juta.

Kepada Jawa Pos Radar Kudus dia mengaku stress dengan kondisi ini. ”Saya stres harus menyelesaikan utang saya. Belum bisa mikir,” ucapnya kemarin.

Dia juga menyayangkan kenapa baru sekarang diberitahu BRI. Tidak tahun-tahun sebelumnya. Apalagi dia sudah mengangsur dana KUR hingga lunas. ”Podo karo nasabah dadi korban. Wes bayar ora dianggep bayar. Malah dikon bayar maneh. Lha BRI tidak mau tahu. Kami tahunya Supriyanto orang BRI,” terangnya.

Dia berharap, BRI Cabang Blora bertanggung jawab atas karyawannya dan bisa menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, selain masih punya dua anak kecil kewajibannya mengangsur KUR juga sudah dipenuhi.

Sementara itu, Sugiyarto, kuasa hukum Ali Achwan mengaku, para korban terus berdatangan ke kantornya. Jadi, pihaknya akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Hingga kemarin, kerugian para korban nasabah BRI sudah mencapai miliaran rupiah.

”Kami segera melakukan upaya hukum, agar para pihak pegawai BRI yang diduga terlibat bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

(ks/sub/lin/top/JPR)

Berita ini telah terbit dengan judul : Kerugian Korban Nasabah BRI Capai Miliaran Rupiah

BACA SUMBER ASLI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: