Survei: 72,6 % Masyarakat Indonesia Yakin Presiden Jokowi Mampu Pimpin Indonesia

 

Article image
Presiden Jokowi ketika meninjau pembangunan jalan Trans-Papua. Mayoritas warga menilai kerja pemerintah semakin baik dibanding tahun lalu.

JAKARTA — Sebanyak 72,6 persen masyarakat sangat yakin atas kemampuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Indonesia, dengan rincian 12,4 persen menyatakan sangat yakin, 60,2 persen yakin, 20 persen kurang yakin, 2,6 persen tidak yakin sama sekali dan 4,8 persen menyatakan tidak tahu.

Demikian rilis hasil survei yang dilakukan lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 17 hingga 24 September 2017. Survei juga menunjukkan sekitar 68,3 persen masyarakat Indonesia puas terhadap kinerja Jokowi, dengan rincian 7,95 sangat puas, 60,39 persen menyatakan cukup puas, 27,23 persen menyatakan kurang puas, 2,26 persen menyatakan tidak puas sama sekali, sementara 2,17 persen menyatakan tidak tahu. 

Kepuasan atas kinerja Jokowi sebagai Presiden tampak mengalami fluktuasi yang cukup besar dalam satu setengah tahun awal pemerintahannya.

“Namun sejak Maret 2016, kepuasan atas kinerja Jokowi secara konsisten mengalami peningkatan, dan dalam setahun terakhir approval rating terhadap Jokowi terlihat stabil. Jika pun ada, fluktuasi itu tidak signifikan dan masih dalam rentang error survei,” ungkap keterangan tertulis Indikator Politik Indonesia yang diterima IndonesiaSatu.co, Rabu (15/11/2017). 

Hal senada juga ditunjukkan oleh tingkat kepercayaan publik terhadap kemampuan Presiden Jokowi memimpin Indonesia, sejak Maret 2016 stabil di atas 70 persen.

Kerja pemerintah Jokowi yang dinilai paling mengalami kemajuan adalah: pembangunan jalan-jalan umum, selanjutnya membuat pelayanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas yang terjangkau oleh warga pada umumnya, membangun sarana transportasi umum, membangun jalan tol di luar pulau jawa, membangun jalan lintas antar provinsi di luar pulan Jawa.

Selain itu, menjamin kesetaraan hak-hak warga negara apapun latar belakang suku, agama, ras atau daerahnya, menekan atau menghilangkan ancaman dari teroris dan narkoba, membuat
obat-obatan terjangkau warga pada umumnya, dan membangun daerah perbatasan. Mayoritas warga menilai kerja pemerintah dalam masalah-masalah tersebut semakin baik dibanding tahun lalu. 

Namun, dalam survei itu menunjukkan bahwa kinerja Pemerintah Jokowi kurang baik dalam menanggulangi masalah penggangguran, yakni hanya 27 persen, termasuk menyediakan lapangan pekerjaan berada di angka 30 persen. 

Lebih banyak warga yang menilai bahwa kerja pemerintah Jokowi “tidak ada perubahan” dalam hal: mengurangi pengangguran; menyediakan lapangan kerja; mengurangi jumlah orang miskin; dan membuat harga-harga kebutuhan pokok terjangkau warga pada umumnya. 

— Redem Kono

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: