Tembus Bukit, Terowongan Tol Cisumdawu Sudah 65 Meter

 
Tembus Bukit, Terowongan Tol Cisumdawu Sudah 65 Meter
Kondisi terakhir terowongan tol Cisumdawu Sumedang. Foto : Pool/Kementerian PUPR
 
Yang menarik, tol Cisumdawu dilengkapi terowongan. Lokasi konstruksi terowongan di Desa Cilengser, dengan panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. 

Pembangunan terowongan masuk dalam pengerjaan di seksi 2 Fase II. 

“Saat ini sudah berhasil menembus sepanjang 65 meter,” sebut keterangan tertulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sabtu (25/11/2017). 

Terowongan Tol Cisumdawu
Terowongan Tol Cisumdawu Foto: Pool/Kementerian PUPR

Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang telah mencapai tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 fase II yakni September 2019.

Sementara itu progres Seksi 2 Fase I yakni ruas Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 km dengan nilai pinjaman Rp 1,1 triliun dan telah selesai 100 persen. Sementara Seksi 2 Fase II ruas Ciherang-Sumedang sepanjang 10,7 km sebesar Rp 3,4 triliun dengan progres konstruksi mencapai 21,49 persen. 

Terowongan Tol Cisumdawu
Terowongan Tol Cisumdawu Foto: Pool/Kementerian PUPR

konstruksi tol yang menjadi porsi BUJT, saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Pada Seksi 3 sepanjang 3,75 km yang menghubungkan Sumedang-Malaka telah mencapai progres pembebasan lahan sebesar 98,8 persen. Saat ini pemerintah tengah memproses pembayaran empat bidang tanah dan relokasi sekolah untuk segera memulai konstruksi. 

Di Seksi 4, sepanjang 8,2 km akan menghubungkan Cimalaka-Legok baru mencapai progres pembebasan lahan sebesar 1,64 persen. Meski begitu, konstruksi akan segera dilakukan karena sebagian besar tanah yang akan digunakan adalah milik Perhutani. 

Terowongan Tol Cisumdawu
Terowongan Tol Cisumdawu Foto: Dok. Kementerian PUPR.

Sedangkan seksi 5 yang menghubungkan Legok-Ujung Jaya sepanjang 16,42 km dan seksi 6 menghubungkan Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,23 km masih dalam proses revisi penetapan lokasi dan mulai pembebasan lahan pada April 2018. 

Pembangunannya terbagi menjadi enam seksi. Seksi 1 dan 2 menjadi porsi pemerintah yang pendanaannya menggunakan pinjaman dari Pemerintah China. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi tol tersebut. 

Sedangkan untuk seksi 3 hingga 6 dibangun melalui investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Citra Karya Jabar Tol. Investasi BUJT yang dikeluarkan untuk pembangunan tol ini cukup besar yakni sekitar Rp 8,4 triliun.

Sebelumnya, digelar penandatanganan kontrak pembangunan jalan tol Cisumdawu Fase III sebesar Rp 2,2 triliun di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017). 

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu merangkap PPK Phase III Wida Nurfaida dengan perwakilan joint operation PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan China Road and Bridge Corporation Wen Yuegang. (hns/hns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: