Elektabilitas Gerindra di atas Golkar, Muzani Sebut Bukan Karena Kasus Novanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani. AKURAT.CO/Sopian

JAKARTA, Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis peringkat elektabilitas Partai Golkar berada di peringkat ketiga, dengan 10,9 persen, setelah PDI Perjuangan (23,4 persen) dan Partai Gerindra (13,6 persen).

Padahal selama ini, Partai yang dipimpin oleh Setya Novanto itu selalu berada di urutan kedua.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani menyatakan elektabilitas Gerindra naik diatas Golkar bukan karena kasus proyek e-KTP yang menjerat Ketum Golkar Setya Novanto.

Menurutnya, survei tersebut sudah dilakukan Poltracking sebelum adanya kasus dugaan korupsi yang melibatkan Novanto.

“Jadi sebelum Pak Novanto ditetapkan oleh KPK, survei ini sudah berlangsung sehingga saya kira tidak relevan kalau mengaitkan masalah yang menimpa Golkar kemudian menjadi kepercayaan yang berlimpah ke Gerindra,” kata Muzani di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (26/11).

Dijelasknya Muzani, elektabilitas Gerindra naik karena konsep yang ditawarkan pada masyarakat, misalnya pengelolaan aset negara. Selain itu, Ketum Gerindra Prabowo Subianto disebut juga menawarkan gagasan dan konsep kepada masyarakat.

“Saya kira kalau kemudian sekarang ini posisinya menjadi bertambah kepercayaan pada rakyat karena beberapa konsep yang kita tawarkan pada rakyat dan jalan keluar pada pengelolaan aset negara terhadap kesulitan yang dihadapi oleh rakyat,” katanya.

Terlebih, Gerindra tak pernah memanfaatkan musibah yang dialami partai lain. Dan bergerak dengan peta dan roadmap yang sudah kita tetapkan sendiri.

Poltracking Indonesia elektabilitas partai politik di Pilpres 2019. Hasilnya, PDI Perjuangan yang tinggi diantara partai politik yang lain.

Dalam survei ini, PDIP 23,4%, Gerindra 13,6%, Golkar 10,9%, PKB 5,1%, Demokrat 4,2%, NasDem 3,0%, PKS 2,6%, PAN 2,1%, PPP 2,1%, Perindo 1,3%, Hanura 0,7%, PSI 0,7%, PBB 0,2% dan PKPI 0,0%. Sedangkan yang tidak jawab atau tidak tahu 28,8%.[]

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: