KPK Segera Panggil Gubernur Jambi Zumi Zola di Kasus Suap Pengesahan RAPBD

Gubernur Jambi, Zumi Zola (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Jambi, Zumi Zola dalam kasus dugaan korupsi pengesahan RAPBD, Provinsi Jambi, Jambi, anggaran 2018.

Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, pihaknya akan memanggil sejumlah nama yang diduga mengetahui alur konstruksi ‎serta terlibat dalam kasus ini. Pun demikian, terhadap Gubernur Jambi, Zumi Zola.

“Semua pihak yang dianggap perlu untuk dimintai keterangan karena dinilai oleh penyidik memiliki informasi yang dibutuhkan untuk proses penyidikan ya akan dipanggil,” kata Priharsa dikantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017).

Tim penyidik sendiri sebelumnya telah menggeledah Kantor Gubernur Zumi Zola. Dalam penggeledahan tersebut, KPK mengantongi sejumlah dokumen dan barang buti elektronik yang berkaitan dengan kasus ini.

KPK pun sedang mendalami berkas-berkas yang berisikan catatan-catatan terkait APBD Jambi tahun angaran 2018. Diduga, terdapat kesinambungan anatra catatan-catatan tersebut dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi yang kini menjadi praktik korupsi.

“Saat ini penyidik sedang dalam proses menganalisa temuan-temuan yang didapat itu,” pungkasnya.

‎Sejauh ini, KPK telah resmi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap pembahasan dan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi, tahun anggaran 2018. Keempatnya ditetapkan tersangka setelah tertangkap tangan oleh tim satgas KPK.

Keempat tersangka tersebut yakni, anggota DPRD Jambi, Supriyono; Plt Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik; Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan; dan Asisten III Bidang Administrasi (Asda) ata‎u bagian umum Pemprov Jambi, Saifuddin.

KPK sendiri telah berhasil menyita uang sebesar Rp4,7 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT).Uang yang disita Rp4,7 miliar tersebut diduga bagian dari komitmen fee suap sebesar Rp6 miliat yang dijanjikan Pemprov Jambi untuk anggota DPRD.

Adapun, rincian uang tersebut ditemukan dari tangan anggota DPRD Jambi, Supriyono sebesar Rp400‎ Juta. Kemudian Rp1,3 miliat ditemukan di rumah Saifuddin.

Sedangkan uang Rp3 miliar, disita tim KPK dari kediaman Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan. Uang Rp3 miliar itu ditemukan dalam dua koper berwarna hitam.

(kha)

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: