Peristiwa Halim ’65 Masih Membekas, DPR Minta Marsekal Hadi Jawab Keraguan Publik

 

Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto saat diambil sumpah dalam pelantikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017 lalu. Presiden Joko Widodo menunjuk Marsdya TNI Hadi Tjahjanto sebagai KSAU menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang purna tugas. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.
 
 

Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Didik Mukrianto menyebut stigma negatif yang identik dengan TNI Angkatan Udara (AU) tidak akan berubah jika korps ini berdiam diri saja.

“Stigma itu akan terjawab karena substansi dan oleh institusi itu sendiri,” ucap Didik di komplek DPR/MPR, Jakarta, Senin (4/12).

Kaitannya dengan pergantian Panglima TNI, Didik pun memahami jika terdapat tudingan miring dengan pengusungan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon tunggal pengganti Gatot Nurmantyo.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini pun menegaskan, Hadi fokus bekerja saja sebagai bukti jika tudingan tersebut memang tidak benar. Terlebih, sebagai sosok yang dibesarkan oleh matra udara, Hadi merupakan representasi dari kesatuannya.

“Ini adalah momen besar untuk menjawab keraguan publik, kesempatan yang terbaik untuk membuktikan. Masukan dan kritik dari publik harus dijawab dengan kerja,” tutup Didik.

Sebagai catatan, pasca 1965, TNI AU kerap dijauhkan dari kekuasaan lantaran dianggap dekat dengan PKI.

Teuku Wildan A.

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: