Fredrich Yunadi Protes Pelimpahan Berkas Setya Novanto oleh KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melimpahkan berkas kasus korupsi dengan tersangka Setya Novanto ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kabar tersebut diperkuat dengan pengakuan kuasa hukum Ketua DPR RI, Fredrich Yunadi, bahwa pemanggilan kliennya oleh KPK itu terkait pelengkapan berkas P21 alias tahap II.

Akan tetapi, langkah itu diprotes Fredrich dan menyebut KPK telah melecehkan hukum, merendahkan hak serta martabat advokat.

Karena itu, Fredrich menilai KPK telah mengabaikan hak kliennya, salah satunya karena masih ada delapan saksi meringankan yang diajukan pihaknya belum diperiksa.

“Saya protes keras karena hak Setya Novanto belum dipenuhi,” katanya, Selasa (6/12).

Kendati demikian, Fredrich mengaku bahwa dirinya dihubungi penyidik KPK sore sekitar pukul 17.30 WIB.

“Penyidik KPK telepon, minta saya harus hadir ke KPK untuk dampingi SN dalam rangka P21 penyerahan tahap kedua,” balasnya.

Akan tetapi, Fredrich sendiri akhirnya memutuskan tak hadir untuk menampingin kliennya itu.

“Karena mendadak dan saya ada acara meeting dengan klien, saya tolak,” kata Fredrich.

Fredrich sendiri mengaku sudah meminta kepada penyidik agar proses tersebut ditunda sampai dengan besok Rabu (6/12).

Tapi, KPK menolak dan bersikeras bahwa proses tahap II kasus Novanto harus diproses hari ini juga.

“Penyidik KPK memaksa dengan advokat lainnya,” katanya.

Fredrich menyatakan, semua tim pengacara Novanto masing-masing memiliki tugas yang berbeda.

Seperti mendampingi klien di Bareskrim Polri, atau tengah berada di luar kota. Bahkan Otto Hasibuan yang juga kuasa hukum Novanto, masih berada di Singapura.

Karena itu, Fredrich menuding KPK telah melecehkan hukum dan merendahkan hak serta martabat advokat.

Sementara, Fredrich menyebut, kemungkinan advokat yang mendampingi Novanto adalah Maqdir Ismail yang disebutnya di luar tanggungjawabnya.

“Saya tegaskan, di luar persetujuan saya dan rekan Otto. Segala risiko dan tanggungjawab adalah pribadi rekan Maqdir,” ujarnya.

Berkas pemeriksaan penyidik atas Novanto itu pun dianggap sudah lengkap atau P21 untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Hal itu dibenarkan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Priharsa Nugraha.

Priharsa menyebut, bahwa berkas Novanto sudah dinyatakan lengkap.

“Perkembangan proses penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka SN sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21,” ungkapnya, Selasa (5/12) malam.

Karena itu, lanjutnya, penyerahan berkas dan Setnov pun akan segera dilakukan.

“Selanjutnya aspek formil penyerahan tersangka dan berkas dari penyidik ke JPU (Jaksa Penuntut Umum) akan diproses lebih lanjut,” jelas dia.

(ruh/pojoksatu)

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: