Kampungan! Debt Collector dari Perusahaan Pembiayaan di Bandung diduga Menerobos Masuk ke Rumah Orang Tanpa Ijin

 
Bandung, Sukon – Ditengah gencarnya usaha pemerintah untuk memberantas debt collector yang meresahkan masyarakat, ternyata sampai saat ini masih saja ada pihak perusahaan pembiayaan atau yang menggunakan cara – cara barbar tersebut. 

Contohnya insiden yang menimpa seorang wanita yang sebut saja bernama Tika salah satu debitur dari  PT. Indosurya Inti Finance cabang kota Bandung yang diduga mengerahkan debt collector untuk menagih kredit macet ke rumahnya beberapa waktu lalu.

Tika mengaku saat para penagih utang tersebut datang ke rumahnya di daerah Cipadung kabupaten Bandung, dirinya sedang tidak berada ditempat. Kedatangan sang debt collector hanya diterima asisten rumah tangga di rumahnya.  Namun oknum penagih utang itu rupanya tidak percaya begitu saja dengan perkataan pembantu di rumah Tika. Sehingga mereka memaksa masuk dan mencari cari Tika. Tak menemukan orang yang dicari didalam rumah, kemudian oknum tersebut naik ke lantai dua, lalu berkeliling sambil menggedor gedor pintu dan berteriak teriak mencari Tika. 

“Menurut ibu dan pembantu saya, orang yang mengaku penagih utang dari Indosurya Finance itu berteriak teriak menyuruh saya keluar sambil berkata kata kasar. Padahal saya benar – benar sedang tidak ada di rumah” terang Tika.

Tika menyebutkan bahwa akibat insiden itu, ibunya yang tinggal bersamanya menjadi shock. 

“Ibu saya sudah tua, dan waktu itu beliau sedang sakit. Saat debt collector itu datang, ibu saya sangat ketakutan, sehingga kondisinya sempat down,” kata Tika.

Diakui oleh Tika bahwa dirinya memang sudah beberapa waktu ini belum membayar cicilan ke finance tersebut. Namun Tika sampai saat ini sedang berusaha melakukan mediasi dengan pihak finance tersebut agar mendapatkan keringanan pembayaran mengingat bahwa usahanya sedang tidak lancar.

Tika merasa apa yang dilakukan oknum oknum penagih utang tersebut telah melecehkan harga dirinya. 

“Tentu saja saya malu dengan keluarga dan para tetangga disini. Seolah olah saya maling yang sedang diburu petugas. Padahal kalau saya ada di rumah, saya selalu bersikap kooperatif dan tidak pernah menghindar,” keluh Tika.

Kejadian ‘penyerangan’ oleh oknum debt collector yang diduga suruhan PT Indosurya Inti Finance ini sangat disayangkan oleh Usep Jamaludin seorang pegiat perlindungan konsumen dari LPKNI Jawa Barat.

Usep yang menyambangi Tika di rumahnya mengatakan bahwa perbuatan oknum tersebut sangat kampungan.

“Menagih dengan cara seperti itu sangat kampungan. Lembaga pembiayaan sekelas Indosurya Inti Finance seharusnya tidak perlu melakukan cara – cara yang ‘bodoh’ seperti itu,” kata Usep

“Menagih dengan menggunakan jasa debt collector itu sudah jelas dilarang oleh pemerintah apabila disertai dengan perbuatan perbuatan yang melanggar hukum,” ujar Usep.

Usep menerangkan bahwa perbuatan oknum debt collector itu juga bisa digolongkan ke dalam perbuatan melawan hukum. 

“Dia masuk ke rumah tanpa izin pemilik saja sudah bisa kena pasal pidana, apalagi jika disertai dengan ancaman ancaman terhadap debitur. ” terangnya.

Tika mengatakan saat ini dirinya sedang berkonsultasi dengan kuasa hukumya dari LPKNI untuk melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.

“Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Saya punya ibu dan anak anak yang masih kecil. Terus terang mereka sangat ketakutan kalau juru tagih itu datang ke rumah,” pungkas Tika.

Reporter : Erix Right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: