Jalan Panjang AM Fatwa, Pernah Dipenjara hingga Jadi Wakil Ketua DPR

https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 14 337 1830127 jalan-panjang-am-fatwa-pernah-dipenjara-hingga-jadi-wakil-ketua-dpr-WkwQUUi6Zl.jpg

JAKARTA – Meninggalnya Andi Mapetahang (AM) Fatwa sontak membuat Indonesia berduka. Politikus senior itu yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia 78 tahun saat ia menjabat sebagai Kepala Badan Kehormatan DPD RI itu di Rumah Sakit MMC Jakarta.

Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai salah satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde baru. Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan tersebut.

 

Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan divonis 18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan kotbah politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran putih peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.

(Baca Juga: Anies Baswedan: Setiap Ngobrol dengan AM Fatwa, Selalu Terasa Gelora Semangat Juang)

 

Mencapai karier politik cemerlangnya, AM Fatwa dikenal sebagai seorang deklarator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi ketua PAN (1998-2005) hingga kini dirinya masih menjabat sebagai Dewan Kehormatan PAN hingga periode 2020 mendatang.

Tak hanya moncer dalam kepengurusan partai politik yang didirikannya, AM Fatwa terpilih menjadi anggota DPR RI pada 1999 yang diusung kendaraan politik besutannya tersebut. Tak berselang lama jabatan Wakil Ketua DPR/MPR RI bisa disandangnya selama dua periode pada 1999 hingga masa jabatan 2009.

Nama AM Fatwa sendiri mulai dikenal sebagai tokoh nasional, tak heran jika beberapa penghargaan seperti Bintang Maha Putera Adipradana yang diberikan oleh Presiden RI, tiga penghargaan dari museum rekor Indonesia sebagai anggota parlemen paling produktif menulis buku, pledoi terpanjang di pengadilan negeri serta mengenai penggunaan hak bertanya DPD kepada presiden.

(Baca Juga: AM Fatwa Meninggal Akibat Sakit Liver yang Diderita Sejak Jadi Tahanan Politik)

Selain itu, pendiri HMI di Ciputat ini juga menyabet penghargaan international sebagai pejuang anti kezaliman yang diberikan langsung oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Dari buah pemikirannya saat ini, AM Fatwa juga telah melahirkan 29 buku yang membahas demokrasi, hukum, politik hingga sosial. Kiprahnya juga didedikasikan melalui terbentuknya beberapa lembaga pendidikan yang didirikannya.

Kini, sang tokoh telah menghembuskan nafas terakhirnya akibat sakit liver yang telah dideritanya sejak menjadi tahanan politik. Kondisi penyakit yang telah kronis menghantarkan kehidupan terakhir putra Bone ini menghadap sang Pencipta dengan meninggalkan berbagai karya terbaiknya. (Diolah dari berbagai sumber)

(aky)

Baca Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: