Palsukan Pelat Nomor, Akan Kena Sanksi Pidana

 
Foto SuaraKonsumen Net.
Ilustrasi Suzuki Ertiga.Foto doc SuaraKonsumen.Net
 
 

Jakarta – Seorang wanita berinisial LT (37), mengeluh karena mobilnya ditahan oleh pihak kepolisian di wilayah Cianjur beberapa waktu lalu. Mobil jenis MPV merk Suzuki Ertiga yang dikemudikan oleh salah seorang karyawannya itu ditahan oleh polisi yang saat itu sedang melakukan razia kelengkapan kendaraan. Dari razia tesebut, polisi mengetahui bahwa kendaraan milik LT tersebut ternyata menggunakan plat nomor yang tidak sesuai dengan STNK-nya. Karena terbukti melanggar, akhirnya mobil tersebut langsung ditahan.

LT jelas sangat menyayangkan peristiwa tersebut, karena menurutnya ia tidak pernah memerintahkan kepada karyawannya itu untuk merubah plat nomor mobilnya itu. 

Dengan tujuan apapun, penggunaan plat nomor yang tidak sesuai dengan STNK, sangat dilarang, karena jelas merubah identitas kendaraan secara ilegal. Melalui akun media sosial Facebook, Polda Metro Jaya pernah memberikan sosialisasi penegakan hukum tentang aturan ini pemakaian plat nomor kendaraan.

Kapolda menerangkan bahwa jika ada indikasi pemalsuan STNK dan atau plat nomor kendaraan, akan dilakukan penilangan serta diproses pidana pemalsuan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi pidana itu sebagaimana diatur dalam UU sebagai berikut:

1. Pasal 280, melanggar tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

2. Pasal 287 ayat 1, melanggar larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

3. Pasal 288 ayat 1, melanggar tidak dilengkapi dengan STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Terkait dengan keaslian (keabsahan) suatu pelat kendaraan bermotor, kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan tanpa dilengkapi plat tanda nomor kendaraan yang sah sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan yang bersangkutan berdasarkan Penjelasan Pasal 24 ayat (3) huruf d PP 80/2012 merupakan salah satu tindak pidana UU LLAJ tertentu yang tata acara pemeriksaan pelanggarannya dilaksanakan dengan menerbitkan surat tilang.

Jadi, TNKB palsu jelas bukan merupakan TNKB resmi yang diterbitkan oleh kepolisian negara RI. Oleh karena itu, pengendara kendaraan bermotor yang memasang TNKB palsu dapat dijerat Pasal 280 UU LLAJ.

Pasal pidana itu bisa menjadi berlipat jika ditemukan unsur pidana lain yang menjadi penyebab anda memalsukan plat nomor kendaraan anda. (Erix Right)

Dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: