Waspada! Ini yang Harus Dilakukan Saat Motor Berteknologi Injeksi Kehabisan Bensin

All New Yamaha V-Ixion
 

Kebanyakan sepeda motor saat ini sudah mengadopsi teknologi injeksi, baik yang bebek, batangan, maupun skutik.

Meski lebih canggih, tetapi ada pro-kontra yang mengatakan bahwa motorinjeksi pantang kehabisan bensin karena bisa merusak fuel pump.

Menanggapi hal ini, Rangga Noviar, analyst Technical Service Honda Sales Operation Jakarta Center, menjelaskan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

()

“Saat ini teknologi injeksi sudah banyak mengalami perkembangan, tidak seperti saat pertama.

Habis bahan bakar hanya bikin mesin mogok karena tidak ada suplai bensin, selebihnya tidak sampai langsung membuat kerusakan berat,” kata Rangga, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, saat ini teknologi injeksi semakin canggih dengan beberapa pengembangan.

()

Saat kadar bahan bakar sudah menipis, sistem akan menurukan tekanan fuel pump, efeknya akan membuat motor sedikit tersendat yang berguna sebagai warning bagi pengguna motor.

Bila diteruskan, setelah bahan bakar benar-benar habis sistem akan langsung mematikan pasokan bensin ke fuel pump.

“Dengan fuel pump yang menutup atau off otomatis, kerjanya tidak lagi berat.

()

Artinya, sudah ada sistem untuk mengunci dalam kondisi tersebut (habis bensin),” kata Rangga.

Saat motor sudah mati karena bahan bakar habis, cukup mengisi kembali bahan bakar.

Hal ini memang membutuhkan waktu agar sistem bisa kembali membaca.

Hal yang harus dilakukan cukup menyalakan starter dalam kondisi on-off beberapa kali untuk memancing fuel pump kembali bekerja.

()

“Biasanya akan terdengar suara mendenging, itu tanda pompa bahan bakar sedang bekerja memasok bensin ke selang dan mempersiapkan tekanan yang sesuai untuk pembakaran,” ujar Rangga.

Setelah semua normal, motor akan kembali hidup.

Namun, Rangga menjelaskan sebisa mungkin hindari kebiasaan membiarkan tangki bahan bakar dalam kondisi minim atau sampai habis bahan bakar.

()

Karena walau secara langsung tidak membuat kerusakan ekstrem, tapi bila dilakukan terus-menerus akan membuat usia injeksi berkurang.

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: