Khofifah Jauh Melesat

Khofifah bersama Gubernur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Pakde Karwo. (Foto: Istimewa)
 
 

Surabaya – Sosok Khofifah Indar Parawansa, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Surabaya Survey Centre (SSC), sudah semakin melekat di benak masyarakat sebagai Cagub yang potensial pada Pilgub Jatim 2018. Buktinya, progres elektabilitas yang ditunjukkan oleh Menteri Sosial tersebut menunjukkan angka yang sangat signifikan.

Progres tersebut secara khusus dapat dilihat melalui hasil survei terbuka yang dilakukan. Pada pola tersebut, dalam kurun Juni-Desember 2017, Khofifah menunjukkan progres yang mencapai 8.1 persen.

Pada hasil survei yang dilakukan SSC di Bulan Juni lalu, dalam kaitan top of mind atau survei terbuka, Khofifah hanya mendapatkan raihan sebesar 13.9 persen. Sementara, pada Bulan Desember, Menteri Sosial tersebut mampu melesat dan memperoleh 22 persen. Sementara, Gus Ipul sebagai pesaing utama Khofifah hanya mampu menghasilkan progres sebesar 1.5 persen saja.

Survei tersebut dilakukan oleh Surabaya Survey Centre di 38 Kab/Kota di Jawa Timur pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survei itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil yang didapat sebesar 95 persen dengan margin of error 3.2 persen

Peneliti Senior SSC Budi Wiyoto berpendapat bahwa kondisi tersebut tidaklah mengherankan. Menurut Budi, strategi politik yang dilakukan Khofifah saat ini sangat efektif serta efisien dan mampu menghasilkan progres yang nyata baginya.

“Mulai dari silent politics yang dilakukannya dulu. Itu kan membuat semua pihak menunggu. Begitu busur panahnya ini dilepas, pasca keputusan final sudah dikeluarkan, maka busur ini langsung melesat jauh dan menjadi ancaman bagi lawan-lawannya,” jelas pria yang juga dosen Fakultas Ilmu Administrasi(FIA) Unitomo tersebut.

Pemilihan Bupati Trenggalek Emil Dardak sebagai Cawagubnya juga dipandang Budi merupakan salah satu strategi terbaik yang diambil Khofifah. “Dari segi penguasaan wilayah juga Khofifah dan Emil ini saling melengkapi. Itu komposisi yang pas. Belum lagi sosok Emil yang merupakan figur muda. Saat ini publik lebih condong untuk menyukai tokoh muda yang punya prestasi. Emil punya itu untuk melengkapi Khofifah,” pungkas Budi. ifw

BACA SUMBER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: