Konsumen Yang Cerdas Harus Memahami Perlindungan Konsumen

JAKARTA –  Budaya konsumtif memang sudah menyebar dalam lini kehidupan masyarakat kita. Terbukti dengan banyaknya konsumen membeli produk berdasarkan keinginan, bukan karena kebutuhan. Jika hal ini dibiarkan akan membuat manajemen keuangan konsumen tersebut terganggu. Lambat laun akan muncul permasalahan baru terkait kesulitan keuangan mereka. Tak jarang keluarga yang tidak termanage keuanganan tersebut sering berujung pada pertikaian antara suami – istri dan sebaliknya. Oleh karena itu perlu pemahaman konsep Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen seperti yang dikampanyekan oleh pemerintah kita. 

 

Pada Peringatan Hari Konsumen Nasional tahun lalu, Menteri Perdagangan mengatakan, konsumen Indonesia harus berevolusi menjadi konsumen yang cerdas. Karena itu, pemahaman akan pentingnya perlindungan konsumen perlu diperkuat agar konsumen mampu membuat pilihan dan keputusan yang tepat dalam membeli dan mengkonsumsi barang atau jasa.

Menteri Perdagangan mengatakan bahwa Konsumen harus lebih ‘cerewet’, seperti konsumen di Korea atau Jepang, dalam menuntut kualitas dari produk dan jasa yang mereka konsumsi agar produsen berusaha menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas tinggi.

Presiden Jokowi sendiri pernah mengarahkan agar  konsumen lebih memainkan peran dan kesadaran sebagai konsumen. Dari data statistik, kesadaran konsumen di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Hal ini merujuk pada Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) 2015 di Indonesia yang masih ada di angka 34,17 persen.

Pemerintah Indonesia ingin ada upaya peningkatan pemahaman perlindungan konsumen untuk dimaksudkan membentuk konsumen cerdas, mandiri, dan cinta produk dalam negeri. Dengan meningkatnya kesadaran dan kecerdasan konsumen, diharapkan akan mendorong pelaku usaha untuk lebih bertanggung jawab dalam memperdagangkan barang atau jasa, baik dalam produk dalam negeri maupun produk impor.

Sebagai Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, kita juga harus bisa mempertahankan dan meningkatkan tanggung jawab sosial. Caranya dengan membeli produk dalam negeri, selalu gunakan produk ramah lingkungan, dan jagalah pola konsumsi sehat.

Sebagai Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen, pun harus tahu bahwa Konsumen Cerdas mempunyai hak dan kewajiban yang dilindungi oleh undang-undang negara Indonesia(Baca : Undang Undang Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999). Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen juga harus sadar akses ke lembaga perlindungan konsumen, utamanya untuk memperjuangkan hak-haknya. Dengan pengetahuan ini maka tingkat kesadaran masyarakat dalam melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya bisa menjadi lebih tinggi.

Seperti yang sudah kita ketahui, pemerintah juga telah membuat regulasi yang juga merupakan payung hukum untuk melindungi konsumen. Secara rutin pemerintah juga melakukan pengawasan. Namun, tanpa dukungan nyata dari konsumen, payung hukum yang telah ditetapkan pemerintah tadi tidak akan efektif sama sekali.

Karena itu, sudah sewajarnya, Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen selau aktif dan kritis dan mendukung Pemerintah dalam menjalankan pengawasan. Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen juga harus sadar betapa pentingnya perlindungan hukum dari pemerintah, supaya tidak dikerjai para penjual – penjual nakal.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengatakan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sebenarnya setiap konsumen di Indonesia secara normatif sudah mendapatkan perlindungan yang kuat. Meski begitu, kata dia, dalam konteks empiris, pelanggaran hak konsumen masih terjadi secara masif di berbagai sektor. 

Editor : Erix Right

Baca Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: