Menjadi Konsumen Yang Cerdas Di Jaman Serba Digital

Sekarang ini yang namanya toko online di internet sudah begitu menjamur, karena itu kita di tuntut untuk menjadi seorang konsumen dunia maya yang cerdas dong? Apalagi proses jual beli online itu termasuk rawan penipuan, karena antara penjual dan pembeli tidak bisa bertemu secara langsung. Lagi – lagi disinilah peran penting menjadi seorang konsumen cerdas yang paham perlindungan konsumen.

Seorang konsumen cerdas itu selalu membeli sesuai yang dibutuhkah, bukan membeli sesuai keinginan ya! Terlebih lagi dengan menjamurnya sistem jual beli secara online sekarang ini, tantangan untuk menjadi seorang konsumen cerdas akan semakin sulit saja. 

Konsumen Cerdas Di Era Modern, Era Digital!!

Ciri – ciri seorang konsumen cerdas adalah konsumen yang mengerti hak dan kewajibannya, terutama pada point – point berikut :

  • Konsumen yang cerdas pasti, selalu meneliti barang yang akan di belinya terlebih dahulu. Kalaupun beli barang secara online, pasti akan membandingkan terlebih dahulu di internet.
  • Label barang, manual, kartu garansi harus selalu diperhatikan ya, apalagi untuk pembelian barang elektronik. Yang namanya kartu manual dan kartu garansi akan menjamin kemudahan konsumen dalam menggunakannya. O iya, jangan lupa juga untuk memperhatikan masa kadaluarsa barang, utamanya untuk barang pangan. Karena barang pangan yang sudah kadaluarsa tentunya akan berbahaya kalau dikonsumsi! Protes saja ke penjual jika menemukan barang kadaluarsa. Tenang saja konsumen cerdas itu dilindungi sama hukum!
  • Pastikan juga bawah standar mutu K3L telah di penuhi produk yang dibeli. Hal ini artinya, produk yang dibeli sudah sesuai dengan mutu Kesehatan, Keselamatan dan Ramah lingkungan. Utamanya yang bagian ramah lingkungan nih, teman – teman konsumen cerdas. Soalnya, jaman sekarang ini menjaga lingkungan itu penting sekali, biar bumi tidak semakin rusak. Di pikirkan lagi deh, kalau mau membeli produk yang ternyata tidak ramah lingkungan.
  • Belilah barang sesuai yang dibutuhkan, bukan sesuai yang diinginkan. Nah! Ini nih, yang sering bikin gagal menjadi seorang konsumen cerdas! Apalagi kalau ada diskon bertebaran dimana – mana, terutama di toko online. Nah! Siapa yang bisa tahan lihat gadget keren dengan diskon lebih dari 50%? Boleh senang dan langsung di beli, tetapi pastikan dulu barang itu nanti bermanfaat atau tidak. Lihat juga model diskonnya, apakah ada harga tambahan yang tersembunyi, atau harganya dibuat mahal terlebih dahulu. Jangan sampai kena serangan jantung lihat tagihan kartu kredit di akhir bulan, karena terlalu sering berburu diskon! *catat buat diri sendiri juga nih*

Menjadi seorang konsumen cerdas di dalam era digital sebenarnya gampang – gampang susah, yang penting selalu bertanggung jawab saja. Juga jangan lupa untuk mengutamakan membeli produk buatan dalam negeri, karena hal itu secara tidak langsung akan membantu iklim perekonomian negara menjadi semakin baik. Anggaplah, membeli produk buatan dalam negeri sebaga rasa terimakasih kepada pemerintah, karena telah memberikan perlindungan dengan undang -undang terhadap konsumen cerdas. Lho? Memangnya sebagai konsumen kita dilindungi oleh undang undang ya? Iya dong! Kalau enggak, apa dong gunanya lembaga perlindungan konsumen! Tetapi, tetap saja sebagai konsumen cerdas kita harus kritis dan aktif terhadap upaya perlindungan yang diberikan oleh pemerintah.

Sebagai konsumen cerdas, kita perlu tahu kalau kita ini dilindungi oleh undang – undang, dan perlu tahu juga konsumen cerdas punya hak akses ke Lembaga Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : lpk-nusantara-kendal.blogspot.com)

Upaya Pemerintah Dalam Melindungi Konsumen Cerdas Di Dalam Era Digital!

Dalam upaya perlindungan konsumen, pemerintah tidak tinggal diam dan lepas tangan begitu saja. Dalah hal ini pihak terkait, yaitu Kementerian Perdagangan Republik Indonesia selalu meningkatkan pengawasan terhadap barang yang beredar di pasaran. Entah barang pangan ataupun non pangan,  Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tidak pilih – pilih. Didalam perdagangan online pun pemerintah juga punya payung untuk melindungi konsumen cerdas yang sering melakukan jual beli online.

Dalam hal ini, pihak terkaitnya adalah divisi cybercrime polri (http://www.reskrimsus.metro.polri.go.id)yang khusus untuk menyelesaikan tindak kejahatan yang terjadi di dunia online. Tentunya jual beli secara online memang rawan sekali kesempatan terjadi tindak kejahatan, terutama penipuan. Jadinya pengawasan yang dilakukan pemerintah ternyata tidak hanya perdagangan secara offline saja, tetapi perdagangan secara online juga tidak lepas dari pantauan pemerintah. Meskipun efektifitasnya masih perlu ditinggkatkan lebih bagus lagi.

Editor : Erix Right

Sumber : lapakfjbku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: