Masyarakat yang merasa terdampak wabah pandemi COVID-19 ini harus proaktif untuk mengajukan permohonan relaksasi kepada pihak kreditur. Banyak media yang bisa digunakan oleh debitur dalam mengajukan proses permohonan tersebut. Terutama penggunaan akses media berbasis online seperti email atau dengan menelepon langsung pihak kreditur.

Penggunaan media berbasis internet ini dilakukan karena adanya pembatasan keluar rumah oleh pemerintah. Masyarakat harus proaktif untuk mendapatkan informasi terkait dengan permohonan relaksasi kredit tersebut. Apalagi jika memang tidak ada informasi dari pihak bank maupun lembaga keuangan lain yang seharusnya memberikan informasi minimal via SMS.

Dari form permohonan tersebut pihak kreditur akan melakukan asesmen sesuai dengan profil debitur. Ketentuan berapa besar relaksasi yang akan diberikan pihak kreditur juga tergantung dari penilaian aset dan kemampuan debitur yang terdampak COVID-19.

Hasil dari asesmen tersebut akan disampaikan oleh pihak kreditur melalui media yang telah ditentukan. Ketentuan relaksasi kredit seperti penurunan nilai pokok cicilan, perpanjangan masa tenor, atau penurunan suku bunga pinjaman, akan tertera dalam hasil asesmen tersebut.

Aturan kebijakan ini sudah seharusnya bisa dirasakan oleh masyarakat di bulan April ini. Hanya saja masih banyak lembaga keuangan yang belum final dalam memutuskan ketentuan relaksasi atau restrukturisasi kredit ini. Realisasi dari POJK ini tergantung pada pelaksanaan dari lembaga keuangan.

Harapan besar untuk segera terealisasi program relaksasi kredit ini datang dari masyarakat kecil yang merasakan dampak perekonomian semakin sulit. Apalagi para pekerja informal yang harus bekerja setiap hari untuk bisa makan. Sedangkan wabah pandemi COVID-19 masih terus mengancam banyak orang di seluruh dunia.

LPKNI (Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia) berusaha membantu masyarakat agar bisa merasakan kebijakan dari Presiden. LPKNI juga mendorong semua lembaga keuangan agar menaati peraturan yang dikeluarkan oleh OJK ( https://lpkni.co.id ).

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *