Ada beberapa catatan yang masih harus dituntaskan terkait perlindungan terhadap konsumen yang dirasa masih buruk sekali. Pemerintah belum bisa mengambil tindakan cepat terkait pengaduan yang dilakukan oleh konsumen di Indonesia.

Bukan hanya soal perkara yang kecil namun perkara yang besar masih kurang cepat dalam penanganannya. Hal ini membuat konsumen berpikir dua kali untuk melakukan pengaduan disaat konsumen merasa dirugikan ketika membeli barang atau menggunakan sebuah jasa.

Tingkat pengaduan konsumen dari berbagai kalangan masih rendah.  Tentu ada alasan tersendiri kenapa konsumen lebih memilih bungkam daripada mengadukan ke pemerintah. Salah satu faktor terbesarnya adalah karena tindakan pemerintah yang masih terlalu lama dalam mengatasi hal seperti ini.

Pada akhirnya daripada hanya menambah masalah pribadi konsumen lebih memilih untuk mengikhlaskannya. Padahal jika barang yang dibeli tidak sesuai dengan apa yang diharapkan tentu konsumen yang dirugikan.

Mungkin ada beberapa yang sudah melakukan pengaduan ini tapi hanya beberapa persen saja di Indonesia. Komplain yang dilakukan selalu tak berujung mulus. Membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu memilih cuek adalah jalan terbaik bagi konsumen di Indonesia.

Bagi konsumen Indonesia hal ini masih dianggap hal biasa mengingat Indonesia adalah negara berkembang. Sehingga warganya kebanyakan memiliki sikap yang baik hati dan menerima.

Berbeda dengan negara lain seperti Jerman. Sebagai negara maju warganya selalu menuntut haknya. Untuk tingkat pengaduan konsumen mencapai 60%. Angka yang cukup besar karena ini menandakan hampir separuh warga Jerman melakukan pengaduan untuk menuntut Haknya. Baca Selanjutnya Indikator Keprihatinan Kondisi Perlindungan Konsumen di Indonesia

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *